Category: Informasi

Macam-Macam Diskriminasi Yang Perlu Anda Ketahui

Macam-Macam Diskriminasi Yang Perlu Anda Ketahui – Langsung saja, ada banyak macam diskriminasi di dunia ini Macam-macam diskriminasi ini dibuat oleh masyarakat sendiri untuk jadi counter measured suatu tindakan terukur agar mereka bisa merasa aman, nyaman, bebas dari gangguan kelompok lain. Padahal itu nyata-nyata muncul dari prasangka saja. Di antara diskriminasi yang terjadi, misalnya,

• Diskriminasi Ekonomi : memperlakukan berdasarkan income atau tingkat ekonomi seseorang. Misalkan larangan orang miskin, gembel, duduk di suatu taman yang mewah.
• Diskriminasi Ras : memperlakukan orang dengan buruk dan distingtif dari perbedaan ras.
• Diskriminasi Gender : memperlakukan kaum wanita dengan tidak setara, melecehkan dan merendahkannya.
• Diskriminasi Politik : memperlakukan orang yang berbeda piihan politik dengan buruk, misalkan dengan pelecehan dan boikot dari layanan tertentu.
• Diskriminasi Agama : memperlakukan orang yang berbeda agama dan keyakinan dengan tidak adil.
• Diskriminasi Balik : memperlakukan kaum mayoritas tidak adil karena menganakemaskan kaum minoritas demi kesetaraan.

Diskriminasi juga dapat terjadi karena usia seseorang, jenis kelamin, atau berbagai faktor lainnya. Bergantung pada yurisdiksi, beberapa alasan untuk mendiskriminasi seseorang adalah ilegal. Usia adalah salah satu alasan seseorang didiskriminasi, apakah ia muda atau tua. Seks adalah alasan lain; misalnya, majikan mungkin lebih suka mempekerjakan laki-laki atau menolak mempekerjakan orang yang jenis kelaminnya tidak jelas. Di beberapa tempat, diskriminasi rasial merajalela, artinya orang lebih memilih ras tertentu daripada yang lain.

Ketika orang berbicara tentang diskriminasi usia, mereka sering merujuk pada tindakan diskriminatif terhadap orang tua. Orang paruh baya hingga lanjut usia kadang-kadang tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk mereka atau dipecat dari pekerjaan saat ini demi memberikan posisi kepada seseorang yang lebih muda. Namun, kaum muda dapat – dan sering didiskriminasi. Misalnya, orang muda mungkin kehilangan kesempatan kerja karena majikan lebih suka mempekerjakan orang yang lebih tua, percaya bahwa orang yang lebih tua akan melakukan pekerjaan yang lebih baik secara keseluruhan.

Kadang-kadang, orang dapat didiskriminasi berdasarkan jenis kelamin atau orientasi seksual mereka. Beberapa majikan dapat melakukan diskriminasi berdasarkan fakta-fakta ini karena perasaan atau gagasan pribadi mereka sendiri tentang apa yang dibutuhkan oleh pekerjaan itu. Misalnya, majikan di restoran mungkin lebih suka server perempuan daripada yang laki-laki karena dia percaya perempuan membuat server yang lebih baik. Contoh lain mungkin dari majikan yang tidak ingin mempekerjakan seorang wanita untuk pekerjaan tertentu, karena dia tidak percaya perempuan nyaman dengan pekerjaan yang menuntut fisik. Dalam situasi lain, majikan mungkin tidak menyukai jenis kelamin atau orientasi seksual tertentu daripada percaya bahwa jenis kelamin atau orientasi seksual lebih rendah.

Diskriminasi rasial dapat menyebabkan peluang perumahan yang terbatas, pengangguran, dan banyak lagi untuk ras yang didiskriminasi. Jenis diskriminasi ini seringkali didasarkan pada penampilan fisik; misalnya, pemilik mungkin menolak untuk menyewa untuk orang berkulit gelap. Meskipun jenis diskriminasi ini jarang terlihat di beberapa yurisdiksi, ia merajalela di negara-negara lain.

Ada juga diskriminasi kecacatan, di mana orang yang memenuhi syarat tetapi cacat melamar pekerjaan di perusahaan poker678.net dan ditolak karena kecacatan tersebut. Namun ditolak karena kecacatan biasanya tidak dianggap diskriminatif jika kecacatan mencegah pelamar yang cacat melakukan tugas pekerjaan yang diperlukan. Sementara diskriminasi kecacatan biasanya mengacu pada tindakan yang diambil oleh pemberi kerja, ada juga cara lain untuk mendiskriminasi penyandang cacat.

Topik Sensitif yang Perlu Dipelajari Sejak Dini Sebagai Bekal Hidup Bermasyarakat

Topik Sensitif yang Perlu Dipelajari Sejak Dini Sebagai Bekal Hidup Bermasyarakat – Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa mendidik anak bukanlah perkara yang mudah. Selain pendidikan yang didapatkan ketika duduk di bangku sekolah, ada banyak topik yang harus dipelajari sang anak semenjak ia masih kecil. Sayangnya, ada beberapa isu sensitif yang masih tabu untuk dibahas dengan anak. Sering kali anak-anak merasa malu dengan pembahasan sensitif yang belum pernah ia temukan di bangku sekolah. Meskipun ada beberapa pembahasan yang kurang pantas dibicarakan dengan anak, kita tetap harus memberikan penjelasan mengenai topik yang sensitif tersebut. Pemahaman akan topik sensitif sejak dini nantinya akan menjadi bekal bagi anak ketika hidup bermasyarakat ketika dewasa. Anak-anak dapat mengerti hal apa yang dapat mereka lakukan dan tidak boleh dilakukan ketika hidup di tengah masyarakat sosial nantinya.

Topik sensitif pertama yang perlu dipelajari sejak dini guna mendapatkan bekal ketika hidup bermasyarakat adalah topik yang berhubungan dengan seksualitas. Topik seksualitas merupakan pembahasan yang tabu bagi anak. Orang tua cenderung akan mengalihkan pembicaraan ketika anak bertanya mengenai seksualitas. Dengan banyaknya kasus kekerasan pada anak, topik mengenai seksualitas perlu diketahui oleh anak sejak dini. Dengan pengetahuan akan hal tersebut, anak-anak dapat mengetahui hak apa saja yang mereka miliki atas tubuhnya sendiri. Mereka bahkan dapat menjaga dirinya sendiri dari tindakan yang tidak sopan. Keuangan menjadi topik sensitif lainnya yang perlu dipelajari sejak dini. Pembahasan mengenai finansial merupakan pembahasan tabu yang tidak boleh disebarluaskan. Dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat, kita sebaiknya mengenalkan anak akan konsep menabung. Dengan begitu, kepribadian baik dapat dipupuk sejak dini dan memungkinkan anak dapat menjalin hubungan sosial dengan mudahnya ketika dewasa.

Pembahasan mengenai ras dan agam menjadi topik sensitif yang banyak muncul hingga saat ini. Sebagai negara yang kaya akan keaneragaman, kita dituntut untuk menghormati perbedaan. Ketika hidup bermasyarakat sosial, ada banyak orang dengan latar belakang berbeda yang akan kita temukan. Perbedaan akan ras dan agama kerap kali dijadikan alasan untuk tidak berhubungan dengan agama dan ras yang berbeda. Jika perbedaan tersebut tidak segera diselesaikan, hidup bermasyarakat akan sulit untuk diciptakan. Agar dapat hidup dengan baik di tengah masyarakat, topik mengenai perbedaan ras dan agama perlu untuk dihindari. Kita juga harus menanamkan pemahaman kepada anak bahwa perbedaan agama dan ras bukan merupakan halangan untuk hidup berdampingan dengan orang lain. Hal tersebut juga memungkinkan anak untuk tidak memiliki pemikiran yang sempit dan menghormari akan perbedaan.

Kesopanan menjadi hal sensitif lain yang perlu diketahui sejak dini. Kesopanan sangat diperlukan ketika berhubungan dengan orang lain. Orang lain dengan tangan terbuka akan menerima kita sebagai salah satu sosok yang dapat dirangkul sebagai kawan atau kenalannya. Hidup bermasyarakat dapat dengan mudah terjadi selama kita menjunjung tinggi akan kesopanan. Jika kita bersikap kurang sopan dengan orang lain, kita akan kesulitan menjalin hubungan dan tinggal di tengah masyarakat. Guna mendapatkan bekal hidup bermasyarakat, kita juga dapat mengajarkan anak-anak sejak dini mengenai kesopanan. Dalam pembahasan mengenai kesopanan dengan anak, kita dapat melakukannya sejak anak berusia balita. Mereka kelak akan mendapatkan bekal hidup ketika terjun di tengah masyarakat dan memudahkannya untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Itulah beberapa topik sensitif yang perlu dipelajari sejak dini agar dapat memperoleh bekal hidup bermasyarakat ketika dewasa.

Topik Sensitif di Sosial Media yang Perlu Dihindari

Topik Sensitif di Sosial Media yang Perlu Dihindari – Di era yang serba canggih sekarang ini, media sosial nampaknya menjadi bagian hidup bagi banyak orang. Setiap harinya, kita dapat mengetahui beragam jenis aktifitas orang lain melalui media sosial. Dengan media sosial pula, trend terbaru dan berita viral yang sedang banyak dibicarakan saat ini dapat kita ketahui dengan mudah. Meskipun memberikan kemudahan dalam segala bidang, media sosial nyatanya tidak selalu memberikan dampak positif bagi para penggunanya. Kita kerap kali dapat menemukan tanggapan atau pesan provokatif dari orang lain yang dapat menjatuhi pemilik media sosial. Sebagai manusia yang hidup bermasyarakat, kita tentunya mengetahui dengan baik bahwa pesan profokatif dapat merugikan orang lain. Mereka yang mendapatkan pesan tersebut akan merasa berkecil hati, stress dan dapat menyebabkan kematian ketika penerima pesan tidak dapat menerima tanggapan akan dirinya.

Sudah saatnya bagi kita untuk berubah. Kita dapat memperbaiki diri di kehidupan sosial jika mampu menghindari hal-hal sensitif yang kerap kali dijadikan pembahasan di media sosial. Salah satu topik sensitif yang dibahas di media sosial dan dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat adalah pembahasan mengenai penyebaran ajaran kebencian. Ajaran kebencian tersebut dapat berisikan penghinaan akan agama, ras, orang terkenal, suku dan hal lainnya. Jika melihat topik yang sensitif ini, kita dapat melihat bahwa ada banyak pengguna media sosial yang membahas ajaran kebencian atau permusuhan akan hal-hal tertentu. Pencemaran nama baik bahkan menjadi salah satu ajaran kebencian yang banyak terjadi di kehidupan masyarakat saat ini. Ketika korban pencemaran nama baik tidak menerima perlakuan yang ia terima, korban pencemaran nama bisa melaporkan kasusnya secara online melalui https://www.mdsbet.com yang melayani laporan pencemaran baik, ujaran kebencian dll yang bisa dijerat dengan pasal UU ITE yang mengatur pencemaran nama baik di medsos atau media sosial.

Tidak hanya penyebaran ajaran kebencian, hal sensitif lainnya yang kerap kali di bahas di media sosial dan berdampak pada kehidupan sosial adalah body shaming. Body shaming menjadi salah satu bentuk bully yang dilakukan berdasarkan fisik seseorang. Rata-rata pelaku dari topik yang sensitif ini adalah kaum hawa. Untuk korbannya sendiri, para tokoh terkenalah yang menjadi korban body shaming. Kadang kala, body shaming dijadikan bahan candaan semata. Sayangnya, tidak semua orang menilai bahwa body shaming merupakan candaan yang mudah dimaafkan. Para korban pada umumnya merasa malu dengan pembulian terhadap bagian tubuh yang mereka miliki. Jika body shaming terus-terusan ditujukan kepada orang tertentu, orang tersebut nantinya akan merasa malu dan marah terhadap komentar yang ditujukan kepadanya. Tergolong merendahkan orang lain, body shaming menjadi topik sensitif yang sebaiknya dihindari ketika kita menggunakan media sosial.

Topik sensitif di kehidupan masyarakat yang muncul di media sosial lainnya adalah pamer kekayaan. Postingan mengenai kekayaan sebenarnya tidak akan merugikan orang lain. Meskipun begitu, memamerkan kekayaan di media sosial dapat menimbulkan masalah jika dilakukan secara berlebihan. Ada banyak kasus yang terjadi, pengguna media sosial yang memamerkan kekayaannya di media sosial dapat mendatangkan pembulian dari orang lain. Mereka menilai bahwa orang yang memamerkan kekayaan melakukan tindakan yang kurang pantas untuk diumumkan. Ketika kita mengunggah sesuatu yang terlihat tak biasa, kita akan mendapatkan perhatian dari orang-orang yang menggunakan media sosial. Jika kita tidak tahan akan komentar yang diberikan oleh orang lain, ada permasalahan yang akan kita hadapi nantinya. Karena itulah, penting bagi kita untuk menghindari topik sensitif di media sosial.

Diskriminasi Gender, Masih Sensitive Tapi Dibiarkan

Diskriminasi gender mengacu pada praktik pemberian atau penolakan hak atau hak istimewa kepada seseorang berdasarkan jenis kelaminnya. Di beberapa masyarakat, praktik ini berlangsung lama dan dapat diterima oleh kedua jenis kelamin –tanpa konsensus, melainkan dengan rekayasa sosial. Misalkan, kelompok agama tertentu menerapkan diskriminasi gender sebagai bagian dari dogma mereka. Namun, di sebagian besar negara industri, itu ilegal atau umumnya dianggap tidak pantas.

Sikap terhadap diskriminasi gender biasanya dapat ditelusuri kembali ke akar segmen masyarakat tertentu. Sebagian besar diskriminasi disebabkan oleh cerita “suci” seperti seorang wanita yang dibuat dari tulang rusuk pria dan praktik sosial seperti mas kawin yang dibayarkan kepada ayah oleh calon suami untuk membeli anak perempuan mereka menjadi istri.

Referensi fiksi sastra yang tak terhitung jumlahnya dibuat untuk perempuan sebagai subjek perebutan, lebih lemah dan laki-laki digambarkan kuat, dibangunkan lewat ciuman pria, pemburu tak terkalahkan di dunia ala Hercules, atau penyihir-penyihir jahat yang digambarkan selalu wanita. Kekuatan gabungan kepercayaan rakyat dan agama ini menyisakan sedikit ruang bagi pemikiran yang adil selama berabad-abad. Bahkan gambaran neraka dalam Dante Inferno, disebutkan derita perempuan, dari menunggu, keguguran, dibunuh, sudah itu pula di bawa ke neraka. Untunglah di akhir cerita penulis membuat plot twist, semua pria yang digambarkan suci jadi setan abadi di neraka, sementara wanita yang menderita malah terbang ke surga.

Meskipun diskriminasi gender secara tradisional dipandang sebagai masalah yang biasanya dihadapi oleh perempuan, itu telah mempengaruhi laki-laki juga. Pekerjaan yang biasanya dan historis dipegang terutama oleh perempuan sering ditolak untuk laki-laki berdasarkan stigma sosial. Beberapa pekerjaan yang lebih umum yang termasuk dalam kategori ini adalah perawat, penyedia penitipan anak dan pramugari.

Dalam beberapa dekade terakhir, diskriminasi gender telah alami pembiaran, dan ini adalah penghinaan yang serius. Bahkan bias gender menyaru dalam beberapa pasal di Undang-undang, dipaksakan oleh partai yang memakai SARA, yang selama ini bercita-cita mengkerangkeng kaum wanita cukup di rumah saja. Ironisnya yang melakukan hal ini justru anggota parlemen wanita yang dirinya malah jadi representatif di parlemen karena perjuangan persamaan hak. Ini sering diberikan kepercayaan sama seperti diskriminasi rasial. Padahal negara ini dan masyarakatnya memberikan hukuman yang relatif keras kepada mereka yang melakukan diskriminasi gender.

Di negara-negara yang masyarakatnya kerap lakukan pelecehan seksual, diskriminasi gender juga seringkali melakukan pembiaran. Contohnya merebak kasus perkosaan ramai-ramai di suatu negara yang masih mengandalkan hukum perbedaan kasta. Negara tidak bisa berbuat banyak jika budaya dan adatnya memang demikian.

Dalam kasus di mana tindakan diskriminatif diulang, tindakan hukum biasanya tidak dilakukan lagi. Insiden-insiden ini biasanya terjadi pada wanita dari kalangan lemah, kaum papa. Hakim alih-alih terus menghukum pelecehan, malah memakan skenario aneh seperti menikahkan sang wanita kepada orang yang memerkosanya. Yang lainnya ada yang melakukan unjuk kekuatan, membunuh wanita nya, yang menuntut persamaan hak. Kasusnya mengendap yang paling bertanggungjawab lolos dari hukuman.

Permasalahan ini selalu mendapat update kasus, karena tidak tegasnya hukum ditegakkan. Lalu bagaimana cara negara bisa mengendalikan pertentangan yang terjadi terhadap isu sensitif seperti isu diskriminasi gender ini? Apalagi malah terlihat bahwa yang membiarkan tradisi tetap mengakar di masyarakat justru kaum wanita sendiri. Walau dapat dilihat bahwa yang menyuarakannya, justru kaum wanita yang lebih kaya.

Bagaimana Masalah SARA Masih Jadi Isu Serius Di Dunia

Bagaimana Masalah SARA Masih Jadi Isu Serius Di Dunia – Bukan hanya di Indonesia, masalah SARA masih jadi problema dunia yang sulit dihilangkan. Kebencian Ras meskipun jadi masalah sensitif, seolah mengalir dari darah, padahal tidak demikian. Kebencian ini tercipta saat negara gagal mendidik warganya. Saat seorang mantan menteri Rizal Ramli menyebut ekonomi cina menguasai Indonesia, tampak jelas dari sana upaya diskredit terhadap mereka yang keturunan Cina daratan. Faktanya tidak demikian. Faktanya Cina hanya sedikit nilai investasinya di Indonesia. Namun jika Rizal Ramli langsung menyudutkan ras tertentu tidak merujuk pada negara, maka jelas dia telah melanggar UU Diskriminasi Ras.

Tapi apa itu ras dan rasisme? Sebuah ras adalah sekelompok orang yang berasal dari latar belakang yang sama, dan kelompok itu umumnya ditentukan berdasarkan warna kulit. Umumnya, tetapi tidak selalu, orang dikategorikan ke dalam satu dari lima ras: Putih, Hitam, Latin atau Hispanik, Asia, dan Pribumi. Maka rasisme, adalah diskriminasi atau prasangka seseorang atau suatu kelompok berdasarkan pada kelompok ras yang dia prasangkakan, meskipun tidak selalu sesederhana itu.

Istilah ini sebenarnya digunakan dalam berbagai cara kita sebut saja di sini :

1. Supremasi. Keyakinan, merasa ada ras yang lebih unggul dari semua ras lain, misal supremasi ras kulit putih.
2. Terhegemoni. Kebalikan dari supremasi adalah terhegemoni. Merasa tidak berdaya kepada unggulnya ras lain sehingga muncul kedengkian dan kebencian.
3. Diskriminasi kepercayaan. Kata itu mungkin merujuk pada gagasan dalam kitab yang disucikan, bahwa satu ras entah bagaimana lebih murni daripada ras lain, atau bahwa satu ras secara genetik menunjukkan dominasi atas ras lain.

Rasisme dapat digunakan untuk merujuk pada prasangka berdasarkan ras terhadap satu orang atau sekelompok orang; itu dapat diekspresikan baik secara terang-terangan atau halus. Ekspresi berlebihan paling mudah untuk diidentifikasi; cukup sederhana bisa dilihat langsung, misalkan untuk melihat bahwa opini warga keturunan Arab di Indonesia terhadap keturunan china, atau orang padang terhadap orang keturunan China cenderung penuh prasangka.

Banyak masalah dapat dikutip sehubungan dengan rasisme, satu hasil dari generalisasi berlebihan yang dibuat dalam pengelompokan ras. Kelompok Asia Timur, misalnya, disamaratakan, padahal ada beda jelas antara orang Melayu, Taiwan, Korea, Vietnam, Jepang, Cina, dan Thailand. Kegagalan untuk memahami perbedaan antara nilai-nilai budaya Korea dan Vietnam pada umumnya, dapat dicirikan sebagai rasis yang halus.

Ada asumsi yang melekat bahwa semua orang Asia harus sama, orang Eropa semuanya mirip. Ras Bengali kelakuannya sama saja. Prasangka itu menyederhankan, mengapa tidak ada sedikit pun pengakuan bahwa orang-orang dalam kelompok berbeda ini berasal dari negara dan budaya yang sangat beragam. Hal yang sama berlaku untuk ras Hispanik, sebuah kelompok yang berbagi keturunan dengan orang Eropa dengan berbagai penduduk asli Amerika Latin. Dengan asumsi bahwa orang Asia yang menjadi anggota https://homebet88.online semuanya adalah orang Cina atau orang Hispanik semuanya dan Meksiko dapat dikategorikan sebagai rasis.

Di Indonesia malah berlaku kebalikannya, bahwa orang Jepang diakui orang Jepang, orang Korea diakui orang Korea, mereka tidak dibenci, malah dibaguskan, tidak seperti halnya orang keturunan asal Hoakiau atau Hokkien yang telah turun temurun berbagi nasib dengan keturunan melayu di negeri ini. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa praktik klasifikasi ras dapat lebih jauh memecah belah orang, daripada membantu bisa tumbuh stereotip tentang suatu kelompok. Undang-undang menentang rasisme baru ada setelah 70 tahun merdeka.

Hal Sensitif Pria yang Sebaiknya Tidak Disinggung Ketika Hidup Bermasyarakat

Hal Sensitif Pria yang Sebaiknya Tidak Disinggung Ketika Hidup Bermasyarakat – Hal-hal sensitif kerap kali dinilai hanya dapat dimiliki oleh kaum hawa saja. Padahal nyatanya, kaum pria pun memiliki hal sensitif yang sebaiknya tidak perlu kita bahas ketika berhadapan dengan pria tersebut. Apalagi jika kita ingin hidup di tengah masyarakat dengan baik, hal sensitif pria sebaiknya tidak kita sebutkan dengan mudah. Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 lalu, pria memiliki ransangan emosional yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan wanita. Namun, kaum pria sangat baik dalam menjaga perasaannya ketimbang wanita. Untuk menyesuaikan diri terhadap tekanan sosial yang dialaminya, pria akan menyembunyikan perasaannya dengan baik. Kaum pria berjuang untuk menemukan perasaan putus asanya di dalam kehidupan dan mencoba untuk mendapatkan peluang ketika akan meluapkan perasaan yang sebenarnya. Karena merupakan makhluk sosial, kita tidak boleh membeda-bedakan jenis kelamin ketika menjalin hubungan di tengah masyarakat. Karena itulah, kita sebaiknya mengetahui hal sensitif pria apa saja yang sebaiknya tidak kita singgung.

Tubuh merupakan hal sensitif pria pertama yang sebaiknya tidak kita singgung. Di dalam kehidupan sosial masyarakat, kaum pria saat ini memiliki standar kecantikan tersendiri. Banyak pria yang merasa khawatir ketika berat badan mereka mengalami peningkatan. Jika kejadian tersebut merupakan fenomena yang baru bagi dirinya, kaum pria akan sulit untuk menghadapi situasi peningkatan berat badan. Guna mengatasinya, para pria membutuhkan pujian dari orang lain. Jika kita ingin hidup bermasyarakat dengan baik, kita dapat menghindari pembahasan mengenai bentuk tubuh yang kaum pria miliki. Tidak hanya akan berdampak pada kehidupan sosial, tidak menyinggung tubuh orang lain membuat orang tersebut merasa percaya diri untuk hidup di tengah masyarakat.

Selain tubuh, hal sensitif lainnya yang tidak perlu kita singgung ketika berhadapan dengan seorang pria adalah pembahasan mengenai keluarga dan teman-temannya. Jika kita ingin hidup bermasyarakat dengan baik, kita tidak boleh mencela atau mengatakan hal-hal buruk mengenai keluarga dan teman dari seorang pria. Keluarga dan teman menjadi hal sensitif yang tidak boleh kita singgung dengan mudahnya. Seorang pria sangat menghormati hubungannya dengan teman dan keluarga. Ketika kita mencela atau mengungkapkan hal buruk mengenai teman dan keluarga, kita tidak dapat menjalin hubungan yang baik dengan pria tersebut. Kehidupan sosial masyarakat akan terganggu ketika kita menyinggung keluarga dan teman dengan hal-hal yang buruk. Kita juga harus menghindari pembahasan mengenai jabatan yang pria miliki di pekerjaannya. Sebagian pria menilai bahwa harga diri yang mereka miliki terkait dengan karir yang mereka miliki.

Topik sensitif pria yang patut kita hindari lainnya adalah pembahasan mengenai gaji. Pembahasan mengenai gaji sebenarnya tidak hanya merupakan hal sensitif bagi pria namun juga bagi wanita. Masalah mengenai gaji tidak lazim disebarluaskan kepada orang lain. Dalam menjalankan hidup bermasyarakat dengan baik, kita harus menghargai kontribusi orang lain. Dengan hal tersebut, kita dapat mengetahui betapa hebatnya seseorang tanpa harus memandang seberapa besar gaji yang mereka miliki. Pembahasan mengenai pandangan seorang pria dalam menilai hal-hal tertentu juga tidak boleh kita singgung. Perbedaan pandangan dapat mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain di kehidupan bermasyarakat. Jika seorang pria memiliki pemandangan yang berbeda dengan kita, kita hanya perlu menghormatinya dan tidak boleh untuk menghinda atau memandang remeh pandangan mereka. Dengan begitu, kehidupan masyarakat sosial dapat terjaga dan berjalan dengan baik.

Topik Sensitif di Kehidupan Sosial yang Perlu Diketahui Sejak Dini

Topik Sensitif di Kehidupan Sosial yang Perlu Diketahui Sejak Dini – Sebagai makhluk sosial, kita dituntut untuk memiliki hubungan yang baik dengan orang lain. Saling menghormati dan menghargai orang lain menjadi salah satu bentuk perilaku yang dapat menjaga hubungan harmonis dengan orang lain. Kita juga harus memperhatikan perasaan orang lain ketika berperilaku sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman atau perselisihan. Karena hal inilah, kita harus mengetahui topik sensitif apa saja yang perlu kita hindari ketika hidup di tengah masyarakat agar tidak menimbulkan masalah yang tidak diinginkan. Topik-topik sensitif tersebut sebaiknya kita ketahui sejak dini sehingga kehidupan di tengah masyarakat dapat berjalan dengan semestinya. Topik sensitif pertama yang perlu kita ketahui sejak dini adalah seksualitas. Topik tersebut menjadi topik yang sensitif di tanah air dan sulit untuk dijelaskan kepada anak-anak. Padahal jika kita telusuri lebih lanjut, banyak kasus kekerasan anak dibawah umur yang terjadi dimana anak tidak mengetahui hal apa yang terjadi pada dirinya.

Tidak hanya seksualitas, topik sensitif lainnya yang wajib kita ketahui sejak dini adalah pembahasan mengenai perbedaan ras dan agama. Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Indonesia merupakan negara yang terdiri dari agama, suku dan budaya yang berbeda. Bagi mereka yang tidak mengenal keaneragaman budaya dan agama akan memiliki pemikiran yang sempit sehingga mudah terpancing emosinya. Mereka akan menilai bahwa agama dan budaya tertentu memiliki kelebihan tertentu daripada agama dan budaya yang lainnya. Padahal, setiap budaya memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri. Dengan mengetahui perbedaan ras dan agama yang berbeda, kita dapat melahirkan rasa saling menghargai dan toleransi akan perbedaan. Cara inilah yang nantinya dapat membantu kita dalam hidup bermasyarakat dengan baik.

Keuangan menjadi topik sensitif lainnya yang sebaiknya tidak diumbar-umbar dalam kehidupan bermasyarakat. Atas nama harga diri, kita tidak boleh membahas hal-hal yang berkaitan dengan finansial kepada orang lain. Ketika kita mengumbar-umbar akan pendapatan dan finansial yang kita miliki, secara tidak langsung kita melakukan tindakan pamer kepada orang lain. Tindakan pamer harta atau keuangan kepada orang lain tentunya bukanlah hal yang baik. Tidak hanya dapat membuat orang lain menilai bahwa kita orang yang tinggi hati, pamer keuangan dapat memancing tindakan kejahatan. Pamer keuangan dapat memicu orang lain untuk melakukan pencurian dan pemerasan dari harta yang kita miliki. Orang tersebut menilai bahwa kita banyak uang dan sanggup untuk memenuhi segala jenis permintaan yang mereka inginkan. Hal inilah yang membuat kita harus mengenal topik sensitif mengenai keuangan agar dapat menghindari hal-hal yang merugi dan tidak diinginkan.

Hidup bermasyarakat mengharuskan kita untuk menjunjung tinggi kesopanan. Kesopanan bahkan menjadi topik sensitif di masyarakat yang harus kita kuasai sejak dini. Dengan pemahaman mengenai kesopanan, kita dapat melakukan tindakan-tindakan positif kepada orang lain. Saling menghargai, memaafkan dan menerapkan kesopanan kepada orang lain harus dibina sejak kecil sehingga kita dapat hidup di tengah masyarakat sosial dengan baik. Karena merupakan topik yang sensitif, kesopanan umumnya diberikan sejak kita masih kecil. Pemahaman mengenai kesopanan akan kita kuasai dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Kita dapat melakukan hal-hal baik di tengah masyarakat tanpa harus menyinggung orang lain akibat pemahaman mengenai ilmu kesopanan yang kita ketahui sejak dini. Dengan pemahaman akan topik sensitif di kehidupan masyarakat, menjalankan kehidupan dengan mudah dapat kita lakukan nantinya.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!