Month: June 2020

Bagaimana Masalah SARA Masih Jadi Isu Serius Di Dunia

Bagaimana Masalah SARA Masih Jadi Isu Serius Di Dunia – Bukan hanya di Indonesia, masalah SARA masih jadi problema dunia yang sulit dihilangkan. Kebencian Ras meskipun jadi masalah sensitif, seolah mengalir dari darah, padahal tidak demikian. Kebencian ini tercipta saat negara gagal mendidik warganya. Saat seorang mantan menteri Rizal Ramli menyebut ekonomi cina menguasai Indonesia, tampak jelas dari sana upaya diskredit terhadap mereka yang keturunan Cina daratan. Faktanya tidak demikian. Faktanya Cina hanya sedikit nilai investasinya di Indonesia. Namun jika Rizal Ramli langsung menyudutkan ras tertentu tidak merujuk pada negara, maka jelas dia telah melanggar UU Diskriminasi Ras.

Tapi apa itu ras dan rasisme? Sebuah ras adalah sekelompok orang yang berasal dari latar belakang yang sama, dan kelompok itu umumnya ditentukan berdasarkan warna kulit. Umumnya, tetapi tidak selalu, orang dikategorikan ke dalam satu dari lima ras: Putih, Hitam, Latin atau Hispanik, Asia, dan Pribumi. Maka rasisme, adalah diskriminasi atau prasangka seseorang atau suatu kelompok berdasarkan pada kelompok ras yang dia prasangkakan, meskipun tidak selalu sesederhana itu.

Istilah ini sebenarnya digunakan dalam berbagai cara kita sebut saja di sini :

1. Supremasi. Keyakinan, merasa ada ras yang lebih unggul dari semua ras lain, misal supremasi ras kulit putih.
2. Terhegemoni. Kebalikan dari supremasi adalah terhegemoni. Merasa tidak berdaya kepada unggulnya ras lain sehingga muncul kedengkian dan kebencian.
3. Diskriminasi kepercayaan. Kata itu mungkin merujuk pada gagasan dalam kitab yang disucikan, bahwa satu ras entah bagaimana lebih murni daripada ras lain, atau bahwa satu ras secara genetik menunjukkan dominasi atas ras lain.

Rasisme dapat digunakan untuk merujuk pada prasangka berdasarkan ras terhadap satu orang atau sekelompok orang; itu dapat diekspresikan baik secara terang-terangan atau halus. Ekspresi berlebihan paling mudah untuk diidentifikasi; cukup sederhana bisa dilihat langsung, misalkan untuk melihat bahwa opini warga keturunan Arab di Indonesia terhadap keturunan china, atau orang padang terhadap orang keturunan China cenderung penuh prasangka.

Banyak masalah dapat dikutip sehubungan dengan rasisme, satu hasil dari generalisasi berlebihan yang dibuat dalam pengelompokan ras. Kelompok Asia Timur, misalnya, disamaratakan, padahal ada beda jelas antara orang Melayu, Taiwan, Korea, Vietnam, Jepang, Cina, dan Thailand. Kegagalan untuk memahami perbedaan antara nilai-nilai budaya Korea dan Vietnam pada umumnya, dapat dicirikan sebagai rasis yang halus.

Ada asumsi yang melekat bahwa semua orang Asia harus sama, orang Eropa semuanya mirip. Ras Bengali kelakuannya sama saja. Prasangka itu menyederhankan, mengapa tidak ada sedikit pun pengakuan bahwa orang-orang dalam kelompok berbeda ini berasal dari negara dan budaya yang sangat beragam. Hal yang sama berlaku untuk ras Hispanik, sebuah kelompok yang berbagi keturunan dengan orang Eropa dengan berbagai penduduk asli Amerika Latin. Dengan asumsi bahwa orang Asia yang menjadi anggota https://homebet88.online semuanya adalah orang Cina atau orang Hispanik semuanya dan Meksiko dapat dikategorikan sebagai rasis.

Di Indonesia malah berlaku kebalikannya, bahwa orang Jepang diakui orang Jepang, orang Korea diakui orang Korea, mereka tidak dibenci, malah dibaguskan, tidak seperti halnya orang keturunan asal Hoakiau atau Hokkien yang telah turun temurun berbagi nasib dengan keturunan melayu di negeri ini. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa praktik klasifikasi ras dapat lebih jauh memecah belah orang, daripada membantu bisa tumbuh stereotip tentang suatu kelompok. Undang-undang menentang rasisme baru ada setelah 70 tahun merdeka.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!